<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yarmanto's Blog</title>
	<atom:link href="http://yarmanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yarmanto.wordpress.com</link>
	<description>Dunia kata bikin dunia berkata-kata</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Feb 2009 09:33:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yarmanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yarmanto's Blog</title>
		<link>http://yarmanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yarmanto.wordpress.com/osd.xml" title="Yarmanto&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yarmanto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DUNIA KATA BIKIN DUNIA BERKATA-KATA</title>
		<link>http://yarmanto.wordpress.com/2009/02/20/dunia-kata-bikin-dunia-berkata-kata/</link>
		<comments>http://yarmanto.wordpress.com/2009/02/20/dunia-kata-bikin-dunia-berkata-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 09:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yarmanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yarmanto.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[DUNIA KATA BIKIN DUNIA BERKATA-KATA<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yarmanto.wordpress.com&amp;blog=5626350&amp;post=5&amp;subd=yarmanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>COMING SOON THIS YEAR :  best buy novel</strong></p>
<p><em>Bagi mereka yang suka perdebatan hukum dan keadilan, temukan dan nikmati perjuangan si teraniaya dalam peradilan yang mengusik sisi manusiawi dengan segala kebebasan logika manusia.</em></p>
<p>Translated by : Suyarmanto</p>
<p><strong>PROLOG</strong></p>
<p>“Ya, aku bersedia,” kata Beth.<br />
Beth pura-pura kaget tetapi usahanya tetap kelihatan dibuat-buat. Bagaimana tidak, dia sudah bertekad ingin menjadi istri Danny sejak keduanya sama-sama belajar di sekolah menengah. Tetapi toh akhirnya dia benar-benar kaget manakala di tengah-tengah restoran yang padat pengunjung tiba-tiba Danny berlutut dihadapannya.<br />
“Iya, ya, aku bersedia,” katanya sekali lagi, sambil berharap Danny cepat-cepat berdiri karena takut orang-orang di sekelilingnya berhenti makan lalu memperhatikan ulah keduanya. Tetapi Danny tidak juga beranjak dari tempatnya. Dia malah terus berlutut dan bagai seorang pesulap dengan serta merta tangannya memegang sebuah kotak kecil. Dibukanya kotak itu lalu dia keluarkan selingkar cincin emas dengan batu permata yang lebih besar dari dugaan semula. Dia tidak pernah menduga sebesar itu. Kakaknya memang sempat bercerita kalau Danny terpaksa menabung dua bulan gajinya hanya untuk membeli sebuah cincin.<br />
Seketika Danny berdiri dan Beth pun dibuat kaget yang kedua kalinya. Dengan tidak sabar Danny menghubungi seseorang melalui ponselnya. Beth segera tahu siapa yang dihubungi Danny.<br />
“Dia menerimaku!” Danny mengabarkan penuh kegirangan. Beth hanya tersenyum-senyum sambil memandangi penuh kagum cincin berlian itu di bawah sinar lampu.  “Keluar bareng-bareng, yuk?” Ajak Danny sebelum Beth sempat berkata-kata.”Oke. Jadi kita ketemu di bar dekat Fulham Road, &#8212;- itu lho tempat kita pesta sampanye tahun lalu setelah nonton Chelsea. Oke? Sampai ketemu di sana, ya.” Danny mengakhiri teleponnya.<br />
Beth tidak keberatan ajakan ketemu bareng-bareng itu. Toh Bernie satu-satunya saudara yang dia punya, sekaligus sahabat Danny yang paling dekat. Boleh jadi Danny sudah meminta Bernie untuk menjadi pendamping mempelai pria di pesta pernikahan nanti.<br />
Sambil mematikan ponsel, Danny memanggil pelayan yang lewat dan minta dibawakan tagihannya. Pelayan itu buru-buru mendekat.<br />
“Tidak perlu bayar, Tuan. Semuanya gratis” kata pelayan itu sambil tersenyum ramah. Malam itu benar-benar penuh kejutan bagi Danny dan tunangannya.<br />
Ketika Beth dan Danny sampai di Dunlop Arms, mereka melihat Bernie sudah berada di meja pojok  dengan satu botol sampanye dan tiga gelas di sampingnya.<br />
“Kabar membahagiakan!” seru Bernie menyambut kedatangan mereka.<br />
“Terima kasih, sobat!” balas Danny sambil menjabat tangan Bernie. “Aku sudah memberitahu Ayah dan Ibu.” kata Bernie sambil mencabut gabus botol sampanye dan menuangkan isinya ke dalam gelas-gelas mereka. “Sepertinya mereka menanggapi biasa-biasa saja. Lagi pula rencana nikah kalian memang sudah bukan  rahasia lagi di kota ini.”<br />
“Jangan-jangan mereka mau menyusul kita ke sini” potong Beth penuh was-was. “Ya tidaklah,” sahut Bernie sambil mengangkat gelasnya. “Yakinlah. Malam ini hanya aku saksi kalian. Mari bersulang demi kebahagiaan kalian berdua dan kemenangan West Ham!”<br />
“Paling tidak satu harapanmu itu pasti terkabul,” sambut Danny.<br />
“Andaikan bisa terkabul semua, kau pasti mau juga menikahi klub itu,” timpal Beth pada Danny sambil senyum-senyum menunggu dukungan Bernie.<br />
“Lho, malah bisa lebih gila lagi dia.” Bernie pun balas mendukung.<br />
Danny pun tertawa.”Sampai mati, aku rela menikah dengannya dan sekaligus tetap setia dengan West Ham.”<br />
“Boleh-boleh, kecuali tiap Sabtu sore,” Bernie wanti-wanti pada Danny.<br />
“Bisa-bisa kau harus korbankan hari-harimu lebih banyak lagi bila kau pegang bisnis ayahku nanti,” Beth menambahkan.<br />
Danny jadi merengut mendengarnya. Siang tadi ketika jam istirahat dia harus menemui ayah Beth untuk melamar putrinya dan meminta restunya—memang ada tradisi-tradisi yang sulit dihilangkan di East End. Pak Wilson tidak menunjukkan gairah semangatnya menyambut Danny sebagai calon menantunya, tetapi malah dia mengaku sudah berubah pikiran tentang sesuatu yang dulu mereka sepakati.<br />
“Kau pasti berpikir aku akan memanggilmu ‘bos’ begitu kau pegang bisnis ayahku nanti,” goda Bernie. “Tidak bakalan!.” Danny diam tak berkomentar.<br />
“Hei, sepertinya aku mengenal dia?” Kata Beth tiba-tiba.<br />
Danny menengok ke arah empat lelaki yang berdiri di dekat bar. “Ya, wajahnya mirip sekali.”<br />
“Mirip siapa?” tanya Bernie penasaran.<br />
“Mirip pemeran Dr. Beresford di film seri The Prescription.”<br />
“Lawrence Davenport,” bisik Beth pada Bernie.<br />
“Wah, kalau begitu biar aku minta tanda-tangannya!” teriak Bernie.<br />
“Jangan, tak usah.” Cegah Beth, “ Meskipun aku sendiri tak pernah melewatkan setiap episode filmnya.<br />
“Ah, kau pasti naksir dia!” goda Bernie sambil kembali mengisi gelas mereka sampai penuh.<br />
“Sama sekali tidak!” balas Beth dengan sedikit emosi sampai-sampai salah satu lelaki yang berdiri di bar itu menoleh kepadanya.<br />
“Biar bagaimana pun, Danny jauh lebih tampan ketimbang Lawrence Davenport,” lanjutnya sambil tersenyum kepada tunangannya.<br />
“Teruslah berkhayal, dik!” balas Bernie. “Hanya sekali ini Danny mau bercukur dan keramas, jangan kau pikir dia akan selalu begitu. Ingat, calon suamimu cuma pekerja bengkel di East End,  bukan orang kantoran.”<br />
“Danny bisa jadi apa saja yang dia mau!” balas Beth sambil meraih tangan Danny.<br />
“Oke, jadi siapa dia ini, dik? Taipan atau pecundang?” ejek Bernie sambil memukul lengan Danny.<br />
“Danny sudah punya rencana untuk bengkel ayah, yang akan membuatmu&#8230;”<br />
“Ssst, sudah,” potong Danny sambil mengisi gelas Bernie yang sudah kosong.<br />
“Dia memang harus punya rencana. Hidup berumahtangga memang tidak murah,” balas Bernie. “Sebagai langkah awal, kalian mau tinggal di mana?”<br />
“Di sudut jalan ada flat di lantai dasar yang akan dijual,”  sahut Danny.<br />
“Memangnya kalian sudah punya dana?” desak Bernie. “Karena flat di lantai bawah itu mahal, meskipun hanya di daerah East End.”<br />
“Kami sudah punya cukup tabungan untuk membayar uang jaminannya,” jawab Beth. “Dan saat Danny sudah memegang bisnis ayah nanti&#8230;”<br />
“Ah, sudahlah. Mari kita rayakan saja!” potong Bernie&#8211;tetapi ternyata botol mereka sudah kosong.   “Aku mau pesan sampanye lagi”<br />
“Jangan. Sudah cukup.” Cegah Beth dengan tegas.<br />
“Besok aku harus sampai di kantor tepat waktu. Aku mau pulang meskipun kalian belum puas minum.”<br />
“Peduli amat!” sergah Bernie. “Kan tidak setiap hari adikku bertunangan dengan sahabatku. Tolong satu botol lagi!” teriaknya.<br />
Penjaga bar tersenyum sambil mengambil sebotol sampanye dari lemari es kecil di bawah  mejanya. Salah satu lelaki yang berdiri di dekat bar tadi membaca label sampanye itu. “Pol Roger,” celetuknya sinis. “Sayang kalau anggur semahal ini buat orang-orang seperti mereka.”<br />
Seketika Bernie melompat dari kursinya, tapi cepat-cepat lengannya ditarik Danny.<br />
“Jangan ditanggapi mereka,” kata Danny. “Percuma saja.”<br />
Penjaga bar itu cepat-cepat menghampiri mereka. “Tak usah dilayani celoteh orang-orang itu, sobat!” ujarnya sambil membuka sumbat penutup botol “Salah satu dari mereka sedang berulang tahun, dan terus terang mereka sudah mulai teler.”<br />
Ketika pelayan itu sibuk mengisi gelas mereka, Beth mengamati keempat orang tadi. Salah satu dari mereka menatapnya. Tiba-tiba orang itu berkedip, lalu menjilati bibirnya sendiri. Cepat-cepat Beth berpaling dan merasa lega ketika dilihatnya Bernie dan Danny sedang asyik ngobrol.<br />
“Jadi kalian mau berbulan madu kemana?”<br />
“Saint Tropez,” jawab Danny.<br />
“Wah, wah, tabungan kalian bisa ludes di sana nanti.”<br />
“Yang pasti kau tak boleh ikut kali ini,” balas Beth.<br />
Tiba-tiba terdengar suara dari arah bar, “Cewek itu seksi juga kalau membuka mulutnya.”<br />
Cepat-cepat Bernie berdiri, dan dua orang di bar itu memandangnya dengan tatapan menantang.<br />
“Mereka mabuk,” kata Beth. “Jangan hiraukan mereka.”<br />
“Oh, aku baru tahu sekarang,” kata salah satu lelaki di bar itu. “Kadang-kadang cewek kalau membuka mulut bikin merangsang juga.”<br />
Bernie menyambar botol sampanye yang kosong, dan setengah mati Danny menahannya.<br />
“Aku mau pulang saja,”  kata Beth tiba-tiba.<br />
“Aku tak sudi pesta pertunanganku dirusak orang-orang sok jagoan seperti kalian ini.”<br />
Danny segera beranjak dari kursinya. Tapi Bernie tetap duduk menikmati minumannya.<br />
“Ayo pulang Bernie, sebelum kita berbuat sesuatu yang akan kita sesali nanti.” kata Danny. Dengan enggan, Bernie bangkit dan menyusul sahabatnya. Tapi matanya tak sedetik pun lepas dari keempat orang yang berdiri di bar itu. Beth lega bukan main ketika dia melihat ke empat orang itu kembali asyik mengobrol.<br />
Tapi ketika Danny membuka pintu belakang, tiba-tiba satu dari keempat orang itu berbalik. “Pulang, ya?” ejeknya. Lalu  dia mengeluarkan dompetnya seraya berkata, “Hei bung, kalau kalian sudah selesai dengan cewek itu, kami masih punya uang receh untuk pesta seks dengannya!”<br />
“Mulutmu busuk!” teriak Bernie dengah marah.<br />
“Kalau begitu mari kita selesaikan di luar!” tantang lelaki itu.<br />
“Dengan senang hati, bangsat!” balas Bernie, sementara Danny cepat-cepat mendorongnya keluar sebelum dia sempat berbicara lagi. Beth membanting pintu bar itu lalu mulai berjalan menyusuri gang. Danny mencekal lengan Barnie kuat-kuat, namun baru beberapa langkah mereka berjalan, Barnie berontak melepaskan diri. “Aku kembali ke dalam dan kita hajar mereka,” katanya dengan kesal.<br />
“Jangan sekarang!” cegah Danny sambil terus memegangi lengan Bernie dan terus berjalan.<br />
Sesampai di jalan besar Beth melihat lelaki yang disebut Bernie ‘bangsat’ tadi sudah berdiri dengan sebelah tangan disembunyikan di balik punggungnya. Dia memandang Beth dengan penuh nafsu dan lagi-lagi menjilati bibirnya sendiri. Pada saat yang sama ketiga temannya menyusul dari sudut jalan dengan napas agak tersengal. Beth menoleh kepada Bernie yang sudah berdiri siaga dengan kaki sedikit mengangkang. Bernie tersenyum.<br />
“Ayo kita masuk lagi ke dalam!” teriak Beth pada Danny, tapi dua dari keempat orang tadi berdiri menghadang di depan pintu.<br />
“Persetan!” kata Bernie. “Sekarang saatnya kita beri pelajaran kepada begundal-begundal itu!”<br />
“Jangan. Jangan!” pinta Beth ketika salah satu dari mereka berjalan ke arahnya.<br />
“Kau hajar si bangsat itu,” kata Bernie, “Tiga yang lainnya biar kubereskan!”<br />
Beth sangat ketakutan ketika dilihatnya kepalan tangan ‘si bangsat’ itu mendarat tepat mengenai dagu Danny sehingga dia terhuyung, namun masih sempat menangkis serangan berikutnya. Danny berkelit dan satu pukulannya dengan telak mendarat di tubuh lelaki itu. Lelaki itu sempoyongan, lalu cepat-cepat berdiri dan melayangkan tinju ke arah Danny.<br />
Karena dilihatnya dua lelaki yang berdiri di pintu bar itu tak bernafsu untuk ikut berkelahi, Beth mengira perkelahian itu tak akan berlangsung lama. Dilihatnya Bernie melayangkan pukulan keras yang merobohkan lawannya. Sambil menunggu orang itu bangun kembali, Bernie berteriak kepada Beth.  “Tolong cari taksi, dik! Kami akan segera selesai dan kita harus cepat-cepat pergi dari sini.”<br />
Beth menoleh ke arah Danny untuk memastikan laki-laki itu bisa mengatasi lawannya. Benar saja, orang yang dipanggil bangsat itu terkapar di tanah, dan Danny b masih berdiri tegak dan sepenuhnya dapat mengendalikan situasi. Untuk terakhir kalinya Beth melihat mereka sebelum dia menuruti permintaan Bernie. Dia lari menyusuri gang dan sesampai di jalan besar dia mulai mencari taksi. Beberapa menit kemudian dilihatnya sebuah taksi yang kosong.<br />
Beth menghentikan taksi tersebut, dan pada saat yang sama laki-laki yang tadi dirobohkan oleh Bernie berjalan terseok-seok ditelan gelapnya malam.<br />
“Kemana?” tanya si sopir taksi.<br />
“Bacon Road, Bow” jawab Beth. “Dua temanku nanti juga ikut,” lanjutnya sembari membuka pintu belakang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yarmanto.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yarmanto.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yarmanto.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yarmanto.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yarmanto.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yarmanto.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yarmanto.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yarmanto.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yarmanto.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yarmanto.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yarmanto.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yarmanto.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yarmanto.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yarmanto.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yarmanto.wordpress.com&amp;blog=5626350&amp;post=5&amp;subd=yarmanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yarmanto.wordpress.com/2009/02/20/dunia-kata-bikin-dunia-berkata-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b451f9946af98ae9b5380b702c014a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yarmanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://yarmanto.wordpress.com/2008/11/24/hello-world/</link>
		<comments>http://yarmanto.wordpress.com/2008/11/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 05:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yarmanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yarmanto.wordpress.com&amp;blog=5626350&amp;post=1&amp;subd=yarmanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yarmanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yarmanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yarmanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yarmanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yarmanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yarmanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yarmanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yarmanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yarmanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yarmanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yarmanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yarmanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yarmanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yarmanto.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yarmanto.wordpress.com&amp;blog=5626350&amp;post=1&amp;subd=yarmanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yarmanto.wordpress.com/2008/11/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b451f9946af98ae9b5380b702c014a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yarmanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
